Perpustakaan Stan

Peduli Sinergi Melayani

Soekarno, Obor yang tak Pernah Padam

soekarno

Judul              : Soekarno, Obor yang tak Pernah Padam

Penulis           : Djoko Pitono
Penerbit        : Selasar Publishing
Kategori        : Biografi
Tebal              : 238 halaman
Terbit             : Juni 2009

Ada banyak cara untuk merenung pada saat negeri ini memperingati kemerdekaan. Namun satu hal yang tidak bisa dilupakan adalah mengingat sosok Soekarno atau Bung Karno (BK). Mengapa demikian? Keith Loveard dalam tulisan panjangnya di Asiaweek mengatakan, di seluruh wilayah Indonesia yang membentang 5.000 km, satu nama sinonim dengan nasionalisme Indonesia adalah Soekarno. Ia adalah pendiri negara dan arsitek kemerdekaan negeri ini. “Bagi banyak orang, kenangan atas presiden pertama itu ada kaitannya dengan impian tentang bagaimana Indonesia harus dibangun,” tutur Loveard.

Soekarno jelas manusia biasa yang tak luput dari cacat. Tetapi jutaan warga negeri ini tetap terkagum-kagum pada pemimpin yang punya banyak kelebihan itu. Dari soal harta  misalnya. Dibandingkan harta para pejabat negara sekarang yang bermiliar-miliar —yang entah dari mana sumbernya— harta Soekarno sangatlah kecil sekali.

Dalam sebuah cerita, Presiden Soekarno pernah didatangi oleh seorang pelukis yang jadi sahabatnya. Sang pelukis itu sangat memerlukan uang untuk membeli obat bagi istrinya yang sakit. Ia pun datang pada Bung Karno untuk menjual lukisan itu. Tetapi Kepala Negara itu tidak punya uang. Jadi ia menawarkan pulpen yang ada tanda tangannya untuk dijual. Sang pelukis tidak mau karena butuh uang dan pamit pulang. Bung Karno mencegahnya dan kembali masuk ke kediamannya. Dia pun berkata, “Begini Bung, kebetulan istriku ada sedikit uang. Saya meminjamnya, tapi masih kurang. Jadi nanti kalau saya punya uang, kekurangannya saya bayar.”

Mengharukan memang. Bagaimana seorang kepala negara tidak punya uang hingga seperti itu? Bagaimana Bung Karno sering dibelikan baju oleh para diplomatnya kalau ke luar negeri karena melihat baju presidennya yang sangat sederhana? Soekarno memang bukan tipe pemimpin haus harta.

Bung Karno adalah seorang kutu buku yang luar biasa. Penguasaannya atas sejumlah bahasa asing plus kemampuan pidatonya yang istimewa menjadikan dia menjadi orator tanpa tanding. Ia mampu mempersatukan dari begitu banyak latar belakang etnik, budaya dan agama dengan lidahnya, tanpa menumpahkan setetes darah pun.

Lewat buku ini, pembaca tidak hanya akan menjumpai sisi perjuangan dari Bung Karno, melainkan juga sisi proses pembelajaran dari apa yang terlihat dari kepribadian Beliau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 3, 2013 by .
%d bloggers like this: